Sudah hampir beberapa hari saya mendengar Vino Bastian main film lagi. Karena saya penggemarnya, tentu saja saya penasaran bagaimana film terbarunya, kabarnya perannya sangat sulit karena ia harus memerankan peran yang sangat komplex.
Pada hari ulang tahun saya kemarin, 13 November, saya dan teman- teman berencana menonton 2012--yang fenomenal itu-- berhubung premier. Tapi karena tidak ada persiapan, akhirnyapun saya dan teman-harus merelakan menonton serigala terakhir.
Pertamakali, saya exited, karena akhirnya saya menonton juga walaupun secara tidak sengaja. Dari adegan pertama, saya masih terpaku pada Vino dan kawan- kawan, namun setelah 15 menit berikutnya, saya merasa film ini tidak mempunyai inti cerita yang apik. Pemainnya hanya membicarakan kata- kata kasar, "Anjing dan bangsat", dan isi dari film tersebut hanya kekerasan yang tidak jelas pangkal ujungnya.
Cukup kecewa dengan alur ceritanya, saya dan maskres mencoba mencari celah untuk melihat kelemahan lain dari film ini, yaitu settingnya. Saya sebenarnya tidak mengerti setting apa yang digunakan di film ini, namun begitu melihat Aisya, yang berpakaian ala tahun 18xx, sepertinya film ini ingin menunjukkan suasana 'jadul', namun tidak tersampaikan, karena tiba- tiba saja ada Hond Jazz, avanza, dan taxi Blue bird yang melintas di jalanan. Setelah melihat kelemahan setingan, saya tiba- tiba tertawa melihat pakaian Vino yang digunakan di film sewaktu adegan ia telah bergabung dengan naga hitam. Pakaiannya sangat- sangat 'norak', apalagi dengan kumis palsunya yang klimis itu... Lidah saya hanya bisa berdecak.
Entahlah, saya banyak kecewa dengan film ini, namun, marketing mereka bekerja baik, dengan membat rekor MURI seperti itu, maka banyak penonton yang penasaran, namun sayang, yang disuguhkan tidak sebaik rekornya.
CMIIW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar